Cari Blog Ini

Hati-hati: Inilah Ciri-ciri Cowok Matre!

Sabtu, 29 November 2014

Ada-ada saja jika bicara tentang cinta. Bahagianya jika mendapat cinta sebenarnya.

Tapi makan hati benar jika mendapat cowok yang cuma mengejar harta atau biasa disebut cowok matre!

Masa sih? Emang ada ya cowok matre?!

Ya ada lah! Dan inilah 7 ciri cowok matre:

1. Awalnya suka royal. Begitu perempuan luluh, berbalik jadi suka minta dan pinjam uang.

2. Penampilannya selalu gaya seperti golongan jetset. Bergaul dengan kalangan atas dan terkenal, tapi hanya demi meningkatkan status sosial, padahal kantongnya melompong kosong.

3. Banyak alasan saat mau membayar sesuatu. Misalnya selesai makan berdua, begitu menunggu bill, ijin ke kamar mandi dan baru balik setelah dibayar.

4. Narsis tanpa bukti. Suka sesumbar punya ini itu, kantornya di sana di situ, membuat perempuan tidak takut memberikannya uang. Tapi begitu ditanya secara persis dimana kantornya, dia selalu berdalih.

5. Suka memanfaatkan kelemahan perempuan.

6. Biasanya atraktif di mall kalau pacarnya bilang lagi dapat bonus dan mau belanja. Kadang dia langsung memilih sendiri dan bilang: 'Yang ini bagus nggak yank?' Begitu mau bayar, mengaku dompetnya ketinggalan dan minta dibayarin.

7. Betul-betul tidak pernah punya uang di kantong. 

Oleh karena itu, wahai kepada kaum perempuan, ingatlah: dasar cinta itu tulus, bukan fulus. Jadi cinta itu jelas kata hati, bukan kata benda.

Kalau ada cowok yang 'membendakan' cinta, pasti ia tak main hati, pasti cuma mau cari materi.

Jadi, tinggalin aja cowok pengejar fulus, jika tak mau dirimu terjerumus, tubuhmu kurus dan hatimu tergerus.

Carilah cowok yang tulus, jika ingin cintamu mulus!

Terakhir, tak usah mencari cowok yang bergaya seperti superhero, tapi carilah cowok yang mencintaimu apa adanya, bukan mencintai ada apanya!

Cinta Itu Tersimpan di Hati, Bukan untuk Dipertontonkan

Kamis, 27 November 2014

Remaja sekarang ini sungguh aneh. Mudah sekali mempertontonkan kemesraan di muka umum dengan bebasnya, tanpa rasa jengah, tanpa rasa malu.

Semua setuju. Anugerah terindah di muka bumi adalah: CINTA. 

Setiap orang diberkahi hati yang bergelimang cinta, sekaligus dianugerahi keinginan mencari cinta untuk disatupadukan dengan cinta yang ada pada dirinya.

Berbagai jalan pun ditempuh, salah satunya lewat pacaran. 

Permasalahannya, di era saat ini, anak muda pacaran dengan sangat PDA (public display affection), pamer kemesraan di depan umum secara sangat vulgar, sehingga membuat orang-orang di sekelilingnya menjadi jengah dan merasa tertanggu.

Ada yang masih SMP sudah panggil mamah-papah, bahkan ada yang begitu bangga mengaku telah jalan-jalan berdua berhari-hari dengan pacarnya. Teramat vulgar mengumbar kemesraan di depan umum, sepertinya sudah menjadi pemandangan biasa.

Inti yang disampaikan kali ini, sebenarnya cinta itu bukan barang pajangan yang bisa dipamerkan sedemikian murah dan vulgar. Apalagi saat belum diakadkan dalam satu sumpah suci pernikahan. 

Cinta itu tersimpan di hati. Terhubung antara satu hati dengan hati lainnya. 

Abstrak tapi terasa indahnya.

Dan bagi mereka hobi PDA, ingatlah satu hal: cinta yang dibaluri nafsu birahi akan menjadi dahaga yang tak kunjung terobati. 

Dan jangan alpa: cinta punya etika!

Do'a Kami untuk Guru (Hari Guru Nasional 2014)

Rabu, 26 November 2014

Ketua umum PGRI, dr. Sulistio mengatakan, guru merupakan pendidik profesional dengan tugas utama: mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai serta mengevaluasi peserta didik.

Sebagai tenaga profesional ia berperan mewujudkan tujuan pendidikan nasional, yaitu mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, berilmu, cakap, kreatif, mandiri serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab.

Sungguh tidak mudah menjadi jika membayangkan paparan di atas. 

Sungguh berat beban guru!

Tapi, dengan bahasa yang lebih sederhana, saya ingin mengatakan bahwa: 
  • Guru adalah penunjuk kebenaran disaat murid-muridnya sudah merasa paling benar
  • Guru adalah sosok yang membangkitkan harapan-harapan muridnya
  • Guru adalah sosok yang jauh lebih mempercayai murid-muridnya melebihi murid-muridnya itu sendiri mempercayai dirinya
Ah.... jadi teringat guru idola saya waktu SD dulu (SDN Bugel I  - Indramayu). Sebagai guru beliau selalu berujar seperti ini: "Nak, saya tidak mengajar, saya disini hanya mau belajar bersama-sama denganmu." 

Itu lah yang membuat menganggapnya seperti sesosok ibu yang tidak berjarak tetapi kami begitu menghormati dan mencintainya. (Do'a saya untuk Ibu Atun, guru saya tercinta, dimanapun kini kau berada)

Selain para guru yang amat berjasa di sekolah, jangan pernah lupakan guru pertama dan utama dalam kehidupan, sosok berjuang dalam hidup dan mati untuk melahirkan kehidupan baru di muka bumi ini.

Ia lah sekolah sekaligus pendidik pertama bagi anak-anaknya: yakni IBU.

Wahai Ibu, Bapak Guru pendidik kami, yang telah mengantarkan kami dari ketidaktahuan menjadi tahu, dari kegelapan menjadi terang, tak ada yang bisa kami wakafkan atas wakaf ilmu darimu, selain doa dan ucapan:


Selamat Hari Guru Nasional!

Cantik adalah Menerima Diri Sendiri

Jumat, 29 Agustus 2014

Pernahkah kita bertanya, mengapa ada istilah perempuan murahan atau cantik murahan, sedangkan tidak ada istilah laki-laki murahan atau ganteng murahan?

Jawabannya, karena dunia masih memakai kacamata laki-laki, cara berpikir dan cara pandang laki-laki. Sehingga muncullah istilah-istilah yang lebih banyak berorientasi pada perempuan, seperti: 'yang cantik bikin sakit hati, yang jelek bikin sakit kepala' dan banyak lagi lainnya.

Padahal, seharusnya juga ada istilah: 'yang ganteng bikin sakit hati, yang 'jelek' bikin sakit kepala', bukan?

Lagipula kalau kita lihat pesan dalam Al-Qur'an, yang harus menjaga aurat tidak cuma perempuan kok, laki-laki juga!

Dalam  Al-A'raf ayat 26 misalnya, 'Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian taqwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat'.

Seseorang tidak akan pernah menjadi cantik atau ganteng, selagi ia masih membayangkan dan membandingkan dirinya dengan orang lain. Membayangkan dirinya harus menjadi seperti artis pujaannya. 

Sesungguhnya, di saat seseorang berhenti membayangkan dan membandingkan dirinya, di saat itulah dia akan menemukan bahwa dirinya lah yang paling cantik. 

Mau menerima dirinya sendiri: itulah cantik!

Terhadap sikap dan perilaku kita yang menganggap seseorang cantik atau tidak, ganteng atau tidak, sebenarnya ukurannya ada satu, seperti yang disampaikan oleh Rasul SAW, 'Segala sesuatu itu ada penegurnya, dan penegur hati adalah rasa malu'.

Maka, orang yang cantik dan ganteng yang tidak murahan, adalah orang yang masih punya rasa malu!

Tak Perlu Mati Bersama Cinta

Kamis, 28 Agustus 2014

Di dalam kata pasangan, ada kata 'pas'. Jika tidak ada kata pas, maka ia cuma menjadi angan.

Ketika putus cinta sebatas angan, orang pun menuangkan derita batinnya dalam penggalan lirik-lirik lagu yang salah satunya diwakili oleh Ebiet G. Ade: 

"seberkas cinta yang sirna
masih sanggup untuk kutahankan, meski telah kau lumatkan hati ini
kau sayat luka baru di atas luka lama
coba bayangkan betapa sakitnya.

ternyata mengagungkan cinta 
harus ditebus dengan duka lara
tetapi akan tetap kuhayati hikmah sakit hati ini....
telah sempurnakah kekejamanmu

petir menyambar hujan pun turun
di tengah jalan sempat aku termenung
masih adakah cinta yang disebutkan cinta
bila kasih sayang kehilangan makna"

Ya, namun naluri manusia tetap berusaha untuk membangkitkan dan membesarkan hatinya sambil berucap:

Cinta yang agung tak harus memiliki.

Cinta yang agung adalah ketika kau menitikkan air mata dan masih peduli terhadapnya meski sudah putus.

Cinta yang agung adalah ketika dia tidak memedulikanmu, dan kamu masih menunggunya dengan setia.

Cinta yang agung adalah ketika dia mulai mencintai orang lain, tapi kamu masih bisa tersenyum sambil berkata: aku turut berbahagia untukmu. 

Namun, apabila cinta tidak berhasil, segera bebaskan dirimu. Biarkan hatimu kembali melebarkan sayapnya dan kembali terbang ke alam bebas.

Ingatlah, bahwa kamu mungkin menemukan cinta dan kehilangannya. Tapi ketika cinta itu mati, tidak lah perlu mati bersamanya.

Lalu, jika ingin kembali mencinta dan dicintai, carilah pasangan yang tidak meninggalkan Sang Maha Besar, Sang Maha Cinta. Karena kalau tuhannya saja dia tinggalkan, jangan pernah berharap dia tidak akan meninggalkanmu.